Semangat Membangun Desa 1

Tenaga Pendamping Profesional Bone Bolango 1.

Semangat Membangun Desa 2

Tenaga Pendamping Profesional Bone Bolango 2.

Semangat Membangun Desa 3

Tenaga Pendamping Profesional Bone Bolango 3.

Semangat Membangun Desa 4

Tenaga Pendamping Profesional Bone Bolango 4.

Semangat Membangun Desa 5

Tenaga Pendamping Profesional Bone Bolango 5.

Kamis, 30 Oktober 2025

PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI PENDAMPINGAN KDMP TAHUN ANGGARAN 2025


Tanggal 29 Oktober 2029

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

Tanggal: 29 Oktober - 2 November 2025  

Tempat: Aula Masjid Kampus Universitas Negeri Gorontalo

Agenda Pembukaan Pelatihan:

1. Laporan Panitia

- Kegiatan pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan pendamping koperasi di Provinsi Gorontalo.

- Peserta terdiri dari pendamping desa, pilot manajemen office, dan bisnis asisten.

- Pemateri berasal dari Kementerian, Pemerintah Daerah, dan trainer dari Dinas Koperasi Provinsi Gorontalo.

- Setiap peserta akan mendapatkan pengembalian biaya transportasi, akomodasi, dan uang harian yang ditransfer secara online.

2. Pengantar oleh Kepala Dinas Koperasi Provinsi Gorontalo

- Menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pendamping koperasi.

- Pelatihan berjenjang akan dilakukan, dimulai dari tingkat provinsi untuk PMO, BA, dan PD, diikuti oleh pelatihan tingkat kabupaten untuk pengurus koperasi.


3. Sambutan dan Arahan oleh Asisten Deputi Kementerian Koperasi

- Memberikan apresiasi kepada pendamping desa yang telah berkontribusi dalam pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

- Menekankan peran KDKMP sebagai penggerak kesejahteraan anggota masyarakat.

- Menyampaikan informasi mengenai dana bantuan pemerintah untuk koperasi yang berkisar antara 1 hingga 3 milyar rupiah.

- Mengharapkan peserta pelatihan dapat menjalankan tugas dengan baik, sebagai pelatih di setiap kabupaten bagi pengurus koperasi.

Penutup:

Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan pendamping yang berkualitas dan berkomitmen dalam membangun dan mengembangkan koperasi di Provinsi Gorontalo, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Pelatihan peningkatan kapasitas kompetensi pendamping KDKMP tahun 2025.

Materi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo

Tema:

KDKMP Yang Profesional Bertalenta dan Berdaya Saing

1. Latar Belakang Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan wadah yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.

Dengan mengedepankan prinsip-prinsip koperasi, organisasi ini bertujuan untuk memberdayakan anggota melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efektif dan efisien. 


Koperasi ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengatasi permasalahan ekonomi lokal, mengurangi pengangguran, dan menciptakan peluang usaha.

2. Visi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

Visi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih adalah :

- Menjadi lembaga ekonomi yang tangguh dan terpercaya, yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar melalui pengelolaan usaha yang transparan, berkelanjutan, dan berbasis pada nilai-nilai gotong royong. 

- Koperasi ini berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan kolaborasi antar anggota.

3. Arah Strategis Koperasi Desa Merah Putih

- Pemberdayaan Anggota: Mengembangkan program pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam pengelolaan usaha.

- Diversifikasi Usaha: Mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai jenis usaha yang dapat dijalankan oleh koperasi, sehingga meningkatkan pendapatan anggota.

- Penguatan Manajemen: Meningkatkan kapasitas manajerial koperasi melalui rekrutmen dan pelatihan bagi pengurus dan anggota.

- Akses Pembiayaan: Mendorong akses anggota terhadap sumber pembiayaan, baik dari pemerintah maupun lembaga keuangan lainnya.

- Kolaborasi dan Kemitraan: Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah untuk memperkuat posisi koperasi.

4. Peran Anggota Koperasi Desa Merah Putih

Anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih memiliki peran penting dalam keberhasilan koperasi, antara lain:

- Partisipasi Aktif: Anggota diharapkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan koperasi, mulai dari rapat anggota hingga pelaksanaan program usaha.

- Pembangunan Usaha: Setiap anggota diharapkan berkontribusi dalam pengembangan usaha koperasi, baik melalui ide, modal, maupun tenaga kerja.

- Kepatuhan Terhadap Aturan: Anggota wajib mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi, serta ikut menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan.

- Dukungan Moral dan Material: Anggota diharapkan memberikan dukungan terhadap koperasi, baik secara moral maupun material, untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan memahami latar belakang, visi, arah strategis, dan peran anggota, diharapkan seluruh partisipan dapat berkontribusi aktif dalam membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang lebih baik dan berkelanjutan.



Tanggal 29 Oktober 2025

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping KDKMP Tahun 2025

Judul: 

Peran, Tugas, Fungsi, Kode Etik, Kompetensi, dan Metode Pendamping Bisnis

Pemateri:

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Gorontalo


Materi Pelatihan:

1. Latar Belakang Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  

Memahami sejarah dan tujuan pembentukan KDKMP, serta kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

2. Peran Pilot Manajemen Office (PMO) KDKMP 

 Mendeskripsikan tanggung jawab PMO dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan KDKMP, serta perannya dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.

3. Laporan Bulanan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 

Pentingnya penyusunan laporan bulanan sebagai alat evaluasi kinerja, pengawasan, dan perencanaan strategis untuk pengembangan KDKMP.

4. Kode Etik PMO 

- Menjelaskan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang harus dipegang oleh PMO dalam menjalankan tugasnya, termasuk integritas, transparansi, dan akuntabilitas.

5. Tugas dan Fungsi Bisnis Asisten (BA) KDKMP 

Rincian mengenai tugas sehari-hari BA, termasuk pengembangan kapasitas anggota koperasi dan dukungan dalam pengelolaan usaha.

6. Prinsip dan Kode Etik (BA) KDKMP 

Penekanan pada pentingnya etika profesional dan perilaku yang diharapkan dari BA dalam memberikan layanan kepada anggota koperasi.

Tujuan Pelatihan: 

Meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendamping dalam melaksanakan peran mereka secara efektif, serta memperkuat kolaborasi antar stakeholder dalam pengembangan KDKMP.

Metode Pelatihan: 

- Diskusi interaktif  

- Simulasi dan studi kasus  

- Presentasi dari pemateri  

- Evaluasi dan umpan balik  

Target Peserta:

Pendamping KDKMP, anggota koperasi, dan stakeholder terkait.  

Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antara pendamping dan anggota koperasi, serta meningkatkan kapasitas organisasi secara keseluruhan.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping KDKMP Tahun 2025

Materi:

Teknik Assessment Awal (Rapid Rural Appraisal) Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

Inti Materi:


1. Mengenal RAPID Rural Appraisal (RRA) KDKMP

- Memahami konsep dasar RRA dan bagaimana metode ini diterapkan dalam konteks KDKMP untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan.

2. Mengenal Informasi dengan Alat Interaksi KDKMP

- Menjelaskan berbagai alat interaksi yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari anggota koperasi, termasuk wawancara, diskusi kelompok, dan survei.

3. Tujuan Assessment Awal KDKMP

- Menyampaikan tujuan dari melakukan assessment awal, seperti memahami kebutuhan masyarakat, menentukan potensi yang ada, dan merumuskan rencana tindakan yang efektif.

4. Metode RRA KDKMP  

- Pembahasan tentang berbagai metode yang digunakan dalam RRA, termasuk observasi langsung, pemetaan partisipatif, dan teknik pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif.

5. Komponen Utama Assessment Awal KDKMP

- Rincian mengenai komponen-komponen penting dalam assessment awal, seperti analisis sumber daya, identifikasi masalah, dan perumusan rekomendasi

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis yang diperlukan untuk melakukan assessment awal secara efektif, sehingga mendukung pengembangan yang berkelanjutan bagi KDKMP.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025

Judul Materi:

Teknik Pendampingan Bisnis KDKMP

Inti Materi:

1. Latar Belakang 

- Memahami pentingnya teknik pendampingan dalam mengembangkan kapasitas anggota koperasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

2. Fasilitator 

- Menjelaskan peran fasilitator dalam proses pendampingan, termasuk metode yang digunakan untuk memberikan dukungan dan bimbingan kepada anggota.

3. Trainer 

- Menguraikan kualifikasi dan tanggung jawab trainer dalam memberikan pelatihan yang efektif kepada anggota koperasi dan pendamping lainnya.

4. Konsultan 

- Menjelaskan peran konsultan dalam memberikan nasihat profesional dan strategis kepada KDKMP untuk meningkatkan operasional dan pengelolaan bisnis.

5. Langkah-Langkah Coaching 

- Rincian tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam proses coaching, termasuk penetapan tujuan, pengembangan rencana tindakan, dan evaluasi hasil.

6. Mediasi - Pentingnya mediasi dalam menyelesaikan konflik dan menciptakan komunikasi yang efektif antara anggota koperasi dan pendamping.


7. Prinsip 

- Menyampaikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang oleh pendamping dalam melaksanakan tugasnya, termasuk empati, keadilan, dan keberlanjutan.

Kesimpulan:

Meningkatkan kemampuan pendamping dalam menerapkan teknik pendampingan bisnis yang efektif, serta memperkuat kolaborasi di dalam KDKMP.

Tanggal 29 Oktober 2025

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping KDKMP 2025

Tanggal: 29 Oktober 2025  

Judul Materi:  Dinamika Kelompok: Strategi Membangun Kepercayaan (Trust) dengan Pengurus, Anggota Koperasi, dan Stakeholders serta Manajemen Konflik

Inti Materi:

1. Lika Liku Perjuangan Pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

- Menggali kisah dan tantangan yang dihadapi dalam proses pembentukan koperasi, termasuk hambatan yang mungkin muncul serta solusi yang diambil.

2. Tekat Bersama Akhirnya Terwujud Pembentukan KDKMP 100%

- Menyampaikan komitmen dan kolaborasi antar anggota yang mengarah pada suksesnya pembentukan Koperasi.

3. Pengertian Dinamika Kelompok dalam Koperasi Desa Merah Putih

- Menjelaskan konsep dinamika kelompok dan bagaimana hal ini berpengaruh terhadap operasional dan keberhasilan koperasi.

4. Ciri-ciri Kelompok Koperasi yang Dinamis

- Identifikasi karakteristik kelompok koperasi yang aktif dan responsif, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi produktivitas.

5. Tahapan Dinamika Kelompok

- Menguraikan fase-fase yang dilalui kelompok dalam meningkatkan kerjasama dan penyelesaian masalah.

6. Strategi Membangun Kepercayaan

- Menyajikan teknik dan pendekatan untuk membangun kepercayaan di antara anggota dan mitra.

7. Membangun Kepercayaan dengan Pihak Terkait

Diskusi tentang pentingnya hubungan baik dengan stakeholders dan bagaimana cara mengelolanya.

8. Komunikasi dan Informasi yang Matang

- Menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan efektif agar semua pihak memahami tujuan dan langkah-langkah yang diambil.




Kesimpulan:

- Meningkatkan pemahaman peserta tentang dinamika kelompok dan manajemen konflik dalam konteks koperasi.

- Mengembangkan keterampilan dalam membangun kepercayaan dengan berbagai pihak terkait.

- Mendorong kolaborasi dan komunikasi yang efektif untuk mencapai tujuan bersama dalam pengelolaan koperasi. 

- Dengan pelatihan ini, diharapkan para pendamping KDKMP dapat lebih siap dan berkualitas dalam menjalankan peran mereka, serta mampu mengelola dinamika kelompok dengan baik.

Selasa, 28 Oktober 2025

RAKOR TPP KECAMATAN SUAWA CS


RAKOR TPP KECAMATAN SUAWA CS

 

RAKOR KADER PEMBANGUNAN MANUSIA KECAMATAN SUWAWA


 Rapat Koordinasi Kader Pembangunan Manusia: Penguatan Kapasitas dan Evaluasi Penginputan Data EHDW

 

Dalam upaya memperkuat peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh KPM se-Kecamatan Suwawa. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas KPM, khususnya dalam penginputan data Konvergensi Stunting melalui aplikasi Elektronik Human Development Worker (EHDW).

 

Rakor ini menjadi wadah penting untuk meninjau sejauh mana progres input data yang telah dilakukan oleh para kader, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun non-teknis yang dihadapi di lapangan. Dalam sesi diskusi, para kader diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka dalam menggunakan aplikasi EHDW, termasuk tantangan yang sering muncul saat proses penginputan data.

 

Sebagai bentuk penguatan kapasitas, para peserta mendapatkan bimbingan teknis mengenai tata cara penginputan data yang benar dan sistematis di aplikasi EHDW. Materi disampaikan secara rinci, mulai dari urutan langkah-langkah pengisian, validasi data, hingga tips untuk menghindari kesalahan umum yang sering terjadi. Harapannya, dengan pemahaman yang lebih baik, kualitas data yang dihasilkan akan semakin akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

 

Selain itu, rakor ini juga diisi dengan penyampaian materi tentang penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk Rumah Desa Sehat (RDS). Materi ini penting untuk mendukung perencanaan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan dan pemberdayaan keluarga.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain Sekretaris Desa, seluruh Kader Pembangunan Manusia, Kasi Kesra Kecamatan Suwawa, Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten yang bertindak sebagai fasilitator utama dalam rakor.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat, dan para kader semakin percaya diri dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak pembangunan manusia di tingkat desa. Rakor ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa setiap data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat, sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat guna dan berkelanjutan.